Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, Februari 03, 2008

CINTA, CINTA, CINTA

Dalam Kitab Hayatus Shahabah, halaman 524-525 diriwayatkan kisah berikut:

Menjelang perang uhud, Abdullah bin Jahsy mengajak sahabatnya, Sa'd bin Abi Waqqash untuk berdo'a. Ajakan itu disetujui oleh Sa'd. Keduanya mulai berdo'a. Sa'd berdo'a terlebih dahulu: "Tuhanku, jika nanti aku berjumpa dengan musuhku, berilah aku musuh yang sangat perkasa. Aku berusaha membunuh dia dan dia pun berusaha membunuhku. Engkau berikan kemenangan kepadaku sehingga aku berhasil membunuhnya dan kemudian mengambil miliknya (sebagai rampasan perang)."



Abdullah mengaminkannya. Tiba giliran Abdullah berdo'a: Tuhanku, berilah aku musuh yang gagah perkasa. Aku berusaha membunuhnya, dan ia berusaha membunuhku. Kemudian ia memotong hidung dan telingaku. Kalau nanti aku bertemu dengan-Mu. Engkau akan bertanya, 'man jada'a anfaka wa udzunaka?' (Siapa yang telah memotong hidung dan telingamu?). Aku akan menjawab bahwa keduanya terpotong ketika aku berjuang di jalan-Mu dan jalan Rasulullah (fika wa fi rasulika). Dan Engkau, ya Allah akan berkata, "kamu benar!" (shadaqta).

Sa'd mengaminkan do'a Abdullah tersebut. Keduanya berangkat ke medan Uhud
dan do'a keduanya dikabulkan oleh Allah.

Sa'd bercerita kepada anaknya, "Duhai anakku, do'a Abdullah lebih baik daripada do'aku. Di senja hari aku lihat hidung dan telinganya tergantung pada seutas tali."

Kisah ini telah melukiskan sebuah cara untuk mengukur cinta kita pada Allah. Sementara banyak orang yang berdo'a agar mendapat ini dan itu, seorang pencinta sejati akan berdo'a agar dapat bertemu dengan kekasihnya sambil membawa sesuatu yang bisa dibanggakan.

Ketika di padang mahsyar nanti Allah bertanya pada anda: "Dari mana kau peroleh hartamu di dunia?" Anda akan menjawab, "harta itu kuperoleh dengan kolusi dan korupsi, dengan memalsu kuitansi, dengan mendapat cipratan komisi."

Allah bertanya lagi, "apa saja yang telah engkau lakukan di dunia?"

"Kuhiasi hidupku dengan dosa dan nista, tak henti-hentinya kucintai indah dan gemerlapnya dunia hingga aku dipanggil menghadap-Mu." Allah dengan murka akan menjawab, "kamu benar!"
Bandingkan dengan seorang hamba lain yang ketika di padang mahsyar berkata pada Allah: "Telah kutahan lapar dan dahaga di dunia, telah kubasahi bibirku dengan dzikir, dan telah kucurahkan waktu dan tenagaku untuk keagungan nama-Mu, telah kuhiasi malamku dengan ayat suci-Mu dan telah kuletakkan dahiku di tikar sembahyang bersujud di kaki kebesaran-Mu."

Dan Allah akan menjawab, "kamu benar!"

Duhai.... adakah kebahagian yang lebih dari itu; ketika seorang hamba menceritakan amal-nya dan Allah akan membenarkannya.

Maukah kita pulang nanti ke kampung akherat dengan membawa amal yang bisa kita banggakan? Maukah kita temui "kekasih" kita sambil membawa amalan yang akan menyenangkan-Nya?

source : milis acehforum -- ditulis oleh seseorang indonesia bermukim di luar negeri

Nadirsyah Hosen

jangan lupa baca juga tulisan dengan materi yang sama di sini

salam

Cy

Read More......

Einstein dan Hadist Islam

Sebagai seorang yang sangat saya kagumi dan sebagai orang yang selalu saya 'lihat' ketika mencari rujukan, kami cukup tertegun ketika membaca tulisan di Syiah ONLINE , berikut saya kopi-paste dengan sewenang wenang tulisan di bawah ini -- mudah mudahan ada gunanya bagi pembaca sekalian.



Albert Einstein, ilmuan fisika terbesar sepanjang masa dalam sebuah risalah terakhirnya menulis, Islam lebih utama, lebih sempurna dan lebih logis dibanding agama-agama dunia yang ada. Risalah ilmiahnya itu berjudul “Die Erklarung” yang ditulis dalam bahasa Jerman pada tahun 1954 di Amerika.

Risalah ini pada hakikatnya sama dengan surat rahasia yang ditulisnya kepada Ayatullah Al-Uzhma Boroujerdi. Dalam risalah ini, Einstein membuktikan teori relativitasnya dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis dari buku Nahjul Balaghah dan Bihar Al-Anwar. Ia mengatakan, hadis-hadis punya muatan seperti ini tidak bakal di mazhab lain. Hanya mazhab Syiah yang memiliki hadis dari para Imam mereka yang memuat teori kompleks seperti Relativitas. Sayangnya, kebanyakan ilmuannya tidak mengetahui hal itu.

Salah satu hadis yang menjadi sandarannya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Allamah Majlisi tentang Mi’raj jasmani Rasulullah saw. Disebutkan, “Ketika terangkat dari tanah, pakaian atau kaki Nabi menyentuh sebuah bejana berisi air yang menyebabkan air tumpah. Setelah Nabi kembali dari Mi’raj jasmani, setelah melalui berbagai zaman, beliau melihat air masih dalam keadaan tumpah di atas tanah.” Einstein melihat hadis ini sebagai khazanah keilmuan yang mahal harganya, karena menjelaskan kemampuan keilmuan para Imam Syiah dalam relativitas waktu. Menurut Einstein, formula matematika kebangkitan jasmani berbanding terbalik dengan formula terkenal “relativitas materi dan energi”.

E = M.C2 >> M = E :C2

Artinya, sekalipun badan kita berubah menjadi energi, ia dapat kembali berujud semula, hidup kembali.

Dalam suratnya kepada Ayatullah Al-Uzhma Boroujerdi, sebagai penghormatan ia selalu menggunakan kata panggilan “Boroujerdi Senior”, dan untuk menggembirakan roh Prof. Hesabi, ia menggunakan kata “Hesabi yang mulia”.

Naskah asli risalah ini masih tersimpan dalam Safety Box rahasia London (di bagian tempat penyimpanan Prof. Ibrahim Mahdavi), dengan alasan keamanan.

Risalah ini dibeli oleh Prof. Ibrahim Mahdavi (tinggal di London) dengan bantuan salah satu anggota perusahaan pembuat mobil Benz seharga 3 juta dolar dari seorang penjual barang antik Yahudi.

Tulisan tangan Einstein di semua halaman buku kecil itu telah dicek lewat komputer dan dibuktikan oleh para pakar manuskrip.

Read More......

HEBOH....al-QURAN

pertama kali membaca berita (tulisan) ini dari milis saya cukup terkejut, saya berdoa mudahan mudahan ini bukan hoax....

Kehebohan baru yang bakal mengguncangkan umat Islam datang dari Doktor Gerd R.
Puin, seorang pakar filologi dan ahli bahasa-bahasa Semitis. Pada 1979, pakar
kaligrafi Arab dan paleografi Alquran dari Universitas Sarre, Jerman, itu


diajak Kadi Ismail al-Akwa, Ketua Dinas Purbakala Yaman, untuk meneliti sebuah
bungkusan kuno yang ditemukan di Sana'a, ibu kota Yaman, pada 1972. Bungkusan
berisi perkamen (kulit kambing) dan kertas (suhuf) itu ditemukan saat
pemerintah merenovasi masjid kuno di Sana'a, yang bocor akibat hujan lebat.

Paket kuno yang ditemukan para pekerja di atap masjid agung itu kemudian
diamankan Kadi Ismail al-Akwa karena ia yakin isinya pasti bernilai. Ia lalu
meminta bantuan internasional untuk menganalisis tulisan di atas perkamen itu.
Akhirnya, baru pada 1979 ia berhasil membujuk Puin untuk menelitinya, dengan
bantuan dana dari Pemerintah Jerman.

Keterangan gambar == potonga potongan Quran dari yaman yang ditemukan pada tahun 1972

Berdasarkan penelitian awal, bisa dipastikan, perkamen Sana'a itu adalah mushaf Alquran paling tua di dunia, yang ditulis pada abad ketujuh dan kedelapan. Sebagaimana diketahui, hingga saat ini, ada tiga "kopi" mushaf Alquran yang sudah ditemukan. Dua mushaf Alquran abad kedelapan, masing-masing disimpan di Perpustakaan Tashkent, Uzbekistan, dan di Museum Topkapi di Istambul. Sementara, mushaf ketiga berupa manuskrip Ma'il dari abad ketujuh, disimpan di British Library, London, Inggris.

Menurut Doktor Puin, kaligrafi pada mushaf Sana'a itu berasal dari Hijaz,
sebuah wilayah Arab, tempat tinggal Nabi Muhammad saw. Dengan demikian, itu
bukan hanya merupakan mushaf tertua di dunia, melainkan salah satu mushaf versi
pertama. Perkamen itu mengandung variasi teks yang agak berbeda, surat-suratnya disusun tak biasa, dan gaya serta grafisnya sangat langka. Ia juga melihat adanya jejak teks yang dihapus dan digantikan dengan teks baru. Karena itulah, Puin menyimpulkan, Alquran pernah mengalami evolusi tekstual. "Dengan kata lain, apa yang umat Islam baca saat ini kemungkinan bukan satu- satunya "versi" yang diyakini telah diwahyukan Allah kepada Nabi saw.," tulis Abul Taher dalam koran Inggris, The Guardian.

Kesimpulan Puin itu tentu saja akan sulit diterima umat Islam. Sebab, ayat-ayat
dalam Alquran itu diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw. secara bertahap
(610-632). Dan, setiap menerima wahyu, Nabi saw. selalu membacakannya di
hadapan para sahabat. Menurut Ensiklopedi Islam (Jakarta, 1994), selain
menyuruh para sahabatnya menghafal, Nabi saw. juga memerintahkan mereka untuk
menuliskannya di atas pelepah kurma, lempengan batu, atau kepingan tulang.
Menurut hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, untuk menjaga kemurnian
Alquran, itu, setiap tahun Malaikat Jibril mendatangi Nabi untuk memeriksa
bacaannya. Bahkan pada tahun Nabi saw. wafat, Malaikat Jibril datang dua kali
dan mengontrol bacaan Nabi, sebagaimana Nabi sendiri selalu melakukan hal yang
sama kepada para sahabat, selama hidupnya. Dengan demikian, terpeliharalah
Alquran dari kesalahan dan kekeliruan.
Keterangan gambar == sebuah potongan 
naskah alquran kuno koleksi dunia - tampak dalam gambar bahwa
sinar ultraviolet
dapat memunculkan goresan goresan dibawahnya
sehingga kita dapatmengenali gaya penulisan pada
masa masa awal alquran ditulis


Dua puluh sembilan tahun setelah Nabi wafat, di bawah Usman, khalifah ketiga, sebuah versi baku Alquran ditetapkan dan dikodifikasi dalam bentuk buku, akibat adanya pelbagai versi Alquran, baik lisan maupun tertulis, yang banyak beredar di wilayah kekuasaan Islam. Kodifikasi itu dilakukan berdasarkan mushaf yang dihimpun Khalifah Abu Bakar, yang kemudian disimpan di rumah Hafsah, putri Khalifah Umar, yang juga istri Nabi saw. Karena itu, tak pernah ada lagi modifikasi dan kodifikasi Alquran sesudah Usman, yang disusun di bawah pimpinan Zaid bin Sabit. Mushaf Usmani dalam dialek Quraisy itu lalu dibuat lima kopi. Satu kopi disimpan di Madinah (mushaf al-Imam)
dan empat lainnya dikirim ke Mekah, Suriah, Basrah, dan Kufah untuk disalin dan diperbanyak (EI, 1994).
Apakah perkamen dari Sana'a itu adalah salah satu dari mushaf-mushaf itu, atau salinannya, belum bisa dipastikan. Yang jelas, menurut Puin, sebagaimana dalam tradisi litaratur Arab, perkamen Sana'a itu ditulis tanpa tanda-tanda diacritique (titik, aksen, koma, tanda huruf atau fonetik pengubah nilai). Artinya, perkamen itu ditulis lebih sebagai panduan bagi yang sudah hafal
Alquran. Akibatnya, puluhan tahun kemudian, pembaca "Arab gundul" itu makin
sulit memahaminya. Karena itulah, untuk memudahkan, Hajjaj bin-Yusuf, Gubernur
Irak,pada 694-714, lantas melengkapi teks itu dengan pelbagai tanda. "Ia sangat bangga karena ia telah berhasil memasukkan lebih dari1.000 alif ke dalam teks Alquran," kata Puin.
Kesimpulan Puin yang juga mengejutkan adalah: sumber-sumber pra-Islam, katanya,
telah dimasukkan ke dalam Alquran. Misalnya,ihwal As Sahab ar-Rass dan As Sahab al-Aiqa. Soalnya, menurut Geographie karyaPtolomeus, suku Ar Rass hidup di Lebanon sebelum Islam, dan Al Aiqa hidup diwilayah Aswan, Mesir, sekitar 150 tahun sebelum Masehi.

Bahkan, Puin tidak yakin Alquran ditulis dalam bahasa Arab murni. Sebab, kata"Quran" sendiri, yang berarti "kalam", "kitab", "bacaan", menurut Puin, berasal dari sebuah kata Aramian, qariyun (penggalan bacaan teks suci saat menjalankan ibadah).

Tak aneh bila Khalidi gusar atas usaha para Islamolog Barat seperti Puin, yang tak selalu menganalisis Alquran sebagaimana mereka melakukannya terhadap Injil. Khalidi bahkan cemas bila hasil penelitian Puin itu disebarluaskan, ia akan bisa dihukum oleh umat Islam, sebagaimana dialami Salman Rushdie akibat novelnya, Ayat-Ayat Setan (1988). Atau dihukum seperti Doktor Nasr Abu Zaid, dosen ilmu Alquran dari Universitas Kairo, pada 1995, akibat karyanya Le Concept du texte (1990), menyatakan, "Alquran hanyalah teks sastra, dan satu-satunya cara untuk memahami, menerangkan, menganalisis, dan
mengadaptasinya hanyalah melalui pendekatan sastra."

Toh, Salim Abdullah, Direktur Arsip Islam Jerman, yang berafiliasi pada Liga Islam Dunia, menanggapi kesimpulan Puin dengan sikap positif. "Doktor Puin sebelumnya telah meminta izin kepada saya, apakah ia boleh mempublikasikan salah satu karangannya tentang dokumen Sana'a. Ketika saya memperingatkan bahwa ia akan menghadapi
kontroversi, Puin mengatakan, sudah lama ia menunggu adanya perdebatan mengenai hal itu," kata Salim. Padahal, sebelumnya, akibat kesimpulannya yang mengejutkan itu, Puin sendiri segera diusir dari Yaman dan ia dilarang melanjutkan penelitiannya.

selengkapnya anda bisa liat di
http://wapedia.mobi/en/Gerd_R._Puin


Read More......

Al-Quran kuno dinasti MUGHAL

Tanda tangan di belakang kitab itu menunjuk pada nama Raja Aurangzeb, diduga sebagai pemilik Alquran ini, yang memerintah India tahun 1658 hingga 1707.

Sedianya, buntalan itu akan segera diselundupkan ke luar India. Tak ada catatan apapun dalam kemasannya. Hanya disebutkan, barang itu adalah peninggalan Kerajaan Mughal yang berjaya di India tahun 1600-an.

Untungnya, kepolisian Bangalore bertindak sigap. Hotel tempat transaksi digerebek. Barang yang sedianya akan dilepas dengan harga satu juta dolar AS itu ternyata adalah Alquran kuno. Dibingkau dengan sampul bersulam warna emas, Alquran tulisan tangan dengan huruf Arab Persia ini tebalnya 1.000 halaman.

Kepolisian Bengalore mengirimkan Alquran itu ke The Archaeological Survey of India (ASI) untuk dikaji lebih lanjut. Termasuk dalam penelitian arkeologi itu adalah untuk menentukan umur dan pada masa siapa Alquran ini dibuat.

Penyelidikan sementara menemukan, Alquran ini merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mughal. Tanda tangan di belakang kitab itu menunjuk pada nama Raja Aurangzeb – diduga sebagai pemilik Alquran ini – yang memerintah India tahun 1658 hingga 1707.

Menurut Habib Beary, koresponden BBC di Bangalore, Alquran seberat 13 kg ini sangat spesial. Selain masih terawat, juga berbau sangat harum.

Alquran itu juga lengkap 30 juz. Tiap juz ditulis dengan gaya kaligrafi yang berbeda.

sumber:

(tri/muslimnews) republika.co.id

sebagai tambahan dari kami bahwa :

alquran tertua telah laku di jual
Mushaf Alquran buatan tahun 1203 dilego di Balai Lelang Christie, London. Lelang kopi kitab suci umat Islam itu mencatat sejarah.

Balai lelang semula menaksir harganya melebihi GBP 350 ribu (sekitar Rp 6,5 miliar). Ternyata terjual dengan harga tiga kali lipat lebih dari prediksi. Mushaf Alquran yang diyakini tertua di dunia yang masih lengkap halamannya tersebut laku GBP 1.140.500 (sekitar Rp 21,4 miliar). "Penjualan Alquran kuno itu adalah rekor harga lelang untuk Alquran atau berbagai jenis naskah Islam lainnya," kata juru lelang Christie.

Di sisi lain, Kufic Alquran dari abad ke-10, yang diperkirakan dari Afrika Utara atau daerah di sebelah timurnya, juga terjual cukup tinggi, seharga GBP 916.500 (sekitar Rp 17 miliar). Keduanya ditawarkan oleh Hispanic Society of America, dan didapatkan oleh pembeli dari London.

sayang yaaaa...


Read More......